Selama sebulan lebih berharap cemas, penantian saya akhirnya terbayar penuh dengan dipublikasikannya tulisan pengalaman travel saya. Awalnya saya sempat mengira kalau tulisan saya gagal dimuat di rubrik BackPacker. Sudah sebulanan lebih saya cek berulang-ulang e-paper-nya tiap minggu, namun tak ada kabarnya. Saya email lagi artikel ini ke redaksinya. Maksud saya mungkin pemakaian bahasanya yang tidak sesuai dengan gaya bahasa Harian Pikiran Rakyat. Atau mungkin juga redaksinya secara nggak sengaja melewatkan tulisan saya dan nggak terbaca. Dan ternyata muncul juga akhirnya.
Tidak seperti air terjun atau curug lainnya. Air terjun yang terletak masih satu lokasi dengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini menyajikan pengalaman bertualang yang berbeda. Sepanjang perjalanan trekking untuk menuju lokasi air terjun utamanya juga sangat seru. Keindahannya memang sangat unik sehingga mengundang para fotografer untuk mengabadikan momen yang dipersembahkan oleh alam ini. Lebih lengkapnya, silakan baca di koran Pikiran Rakyat edisi Minggu 27 Oktober 2013 lalu.
Nov 4, 2013
Oct 26, 2013
Bermalam Gratisan (PART 2): Singapura
| Departure/check-in hall lantai 2 T1 (Sumber: straitstimes.com) |
Baru saja pesawat yang saya tumpangi tiba di Changi Airport, kini saya bersama 2 teman jalan saya harus segera "berburu" spot enak buat "tidur ayam" sembari menunggu penerbangan berikutnya ke Jakarta sekitar 7 jam ke depan. Trip yang sangat melelahkan selama hampir seminggu di Vietnam membuat ranjang yang empuk bagaikan berlian yang berharga.
Bagaimana nggak capek? Setiap harinya kami berkeliling kota cuma dengan jalan kaki aja. Satu hari full kami bisa "hajar" sampai kurang lebih 10 km. Makanya di hari terakhir ini kami nggak bisa merasakan lagi berlian yang berharga itu karena bakal bermalam gratis di Changi Airport.
Oct 16, 2013
Batam: Truth of the New Metropolis
Curious what is in Batam?
It all started when I had to get involved in internship program from my campus. Far from my expectation, sooner or later, I had running a chance to live in another province-in Riau Islands, Batam.
For travelers who have never been to Batam, any ideas popped out from your heads about this island's condition? Sleepy little town? Dry and hot small island? The land of cheap cellphones? Or maybe a slightly different with some remote islands in the country-which have a traditional living?
A numerous of anxiety questions just showed up on my mind while I was staring the Hang Nadim airport through the plane window. However, my hunch turned out not entirely true. The streets in the city is quite neat and clean. I also couldn't find any poles and cables along the roadside. Cables had been planted under ground, so they don't spoil the aesthetic of city's view. Modernization had already "touched" the city's life, even more advanced than province's capital city, Tanjung Pinang.
Oct 9, 2013
Pemandangan Singapura Tahun 1960-an
![]() |
| Blok perkotaan di Singapura tahun 60-an |
Pertengahan September 2012 lalu saya mendapat kesempatan mengunjungi pulau Batam untuk program magang dari kampus saya. Selama di sana saya mendapat banyak sekali pengalaman yang menarik, salah satunya berkesempatan melihat secara langsung lokasi shooting film Serangoon Road. Bagi yang belum tahu, Serangoon Road adalah sebuah serial TV besutan ABC Australia dan HBO Asia yang bertemakan tentang drama detektif berlatar belakang negeri Singapura pada tahun 1960-an. Sebagian besar pengambilan gambarnya dilakukan di Batam, tepatnya di halaman belakang studio Infinite Studios.
Oct 5, 2013
Bermalam Gratisan (PART 1): Kuala Lumpur
Pastinya sudah banyak sekali para travelers yang terpaksa harus bermalam di airport. Biasanya para travelers yang ngga rela keluar budget lebih untuk bermalam di hotel terdekat. Bisa juga karena sudah memesan tiket murah jauh-jauh hari sehingga jarak waktu transit penerbangan berikutnya sangat jauh. Akhir September 2013 lalu saya sempat merasakan hal tersebut untuk pertama kalinya di airport LCCT, Kuala Lumpur.
Subscribe to:
Posts (Atom)

