Mar 2, 2015
[VIDEO] Hokkaido Trip: Let's Report Japan!!
Visit Japan is one of my biggest dream since I was a child. I remember when I used to know Japan only for modern country and as the king of world's technology; land of video game; land of anime and comic; even Doraemon's home. However, following the major development of information about this cherry blossom's country tourism via every media. Now everyone know if Japan is a country with such abundant cultures and local traditions. Where the traditional culture can get along well and balanced with its modern culture.
One thing that makes me want to visit Japan is the nature. Because for me personally, nature travel always provides better experience than just travel in the big cities. Especially if you can witness and feel something that doesn't exist in your home country. It's cool, isn't it? Therefore, since back then I always intended to visit Hokkaido. Anyway if I get chance to go to Japan, it has to be Hokkaido first :)
Feb 22, 2015
[Road Less Traveled] Hokkaido: Everything All White in Kushiro
| "Window View" |
The reporters greeted by local guide and the other staffs after we arrived. This time, we rode on a travel bus to get to some interesting places in Hokkaido. And today's main destination is Akan Lake which is famous for the local tribes village, the Ainu people. However, of course we didn't get into the car immediately, because we were too busy to take some pictures with those pile of snows in front of airport main entrance. Cold weather didn't seem take so much effect on our energy.
Sesaat lagi kami akan mendarat di sebuah kota kecil di tenggara pulau Hokkaido, yaitu Kushiro. Tak sabar rasanya untuk segera mendarat setelah saya melihat pemandangan sangat indah rangkaian pegunungan salju lewat jendela pesawat. Pemandangan di sekitar bandara Kushiro siang itu memang tidak ada apa-apa selain pepohonan yang rontok dan hamparan salju putih. Namun dengan melihat pemandangan itu saja kami tiba-tiba langsung bersemangat. Ya, karena ini bakal jadi pengalaman pertama kami untuk melihat dan memegang salju.
Para reporter langsung disambut oleh local guide dan staff lainnya begitu tiba. Perjalanan kami kali ini menggunakan travel bus untuk mencapai beberapa wisata menarik di Hokkaido. Dan tujuan utama hari ini adalah daerah wisata Danau Akan yang terkenal dengan pedesaan suku lokalnya, yaitu suku Ainu. Namun, tentu saja kami nggak langsung segera masuk ke mobil. Kami malah berfoto-foto ria sama tumpukan salju di depan pintu masuk bandara. Udara dingin nampaknya tidak terlalu mempengaruhi semangat kami.
Feb 6, 2015
Mission From Japan: WakuWaku Reporter 2015 (Hokkaido)
| Balcony view from our room in Abashirikoso Hotel (Abashiri) |
Even though I couldn't make it, I was still happy because there's another surprise is waiting for me. Actually, my Lord Jesus had designed another plan even more amazing for me. I just couldn't believe, my biggest dream since my childhood to visit Japan has now become reality! And it also for free!
Sial! Sayang sekali rasanya, salah satu impian terbesar saya sejak 2 tahun lalu untuk menjelajah China selatan terlanjur dibatalkan. Segala macam persiapan juga sudah beres, termasuk rencana perjalanan, bagaimana caranya.. , dan bahkan tiket pesawat untuk kepergian. Agak sedih juga bila saya harus merelakannya begitu saja (tentunya cuma untuk kali ini aja). Tapi, yah... apa boleh buat...
Meskipun saya nggak bisa menggapai impian tersebut, saya masih tetap gembira karena ada kejutan lain yang sedang menunggu. Ternyata, Tuhan Yesus telah merancang rencana lain yang menakjubkan bagi saya. Saya benar-benar nggak habis pikir, impian terbesar saya sejak kecil untuk mengunjungi Jepang kini menjadi kenyataan! Dan gratis pula!
Jan 7, 2015
[Road Less Traveled] Kabil, Eksplorasi di Ujung Timur Batam
Tampak keren rusun kami di Kabil (©Christian Daryanto Limas)
Sebelumnya saya pernah bercerita tentang pengalaman bagaimana kehidupan di "Papua-nya Batam". Kali ini akan menceritakan tentang eksplorasi keadaan daerah sekitar Kabil. Lalu bagaimana kami sebagai anak-anak pinggiran pulau untuk mencapai peradaban.
Saya memang sudah terbiasa hidup sebagai suburban ibu kota, di mana segala sesuatu terasa lebih ekstrim. Butuh perjuangan ekstra bila ingin mencapai peradaban. Selain karena jaraknya yang cukup jauh ke pusat kota, macet tentu saja selalu menjadi kendala utama para penghuni Jakarta dan sekitarnya.
Yah, intinya saya sudah cukup elus dada dengan hal-hal seperti itu. Jadi secara mental dan kesabaran, saya sudah siap untuk tinggal di pulau Batam yang saya pikir tidak tertinggal jauh dari ibu kota negara.
Namun bagaimana kalau ternyata hidupnya bukan di pinggiran kota, tapi malah di pinggiran pulau? Saya sama sekali tidak menyangka sebelumnya kalau daerah Kabil yang bakal saya tinggali selama 5 bulan ke depan ini adalah kawasan industri, yang tampak wajahnya saja sudah seperti planet Mars.
Jarang sekali ada pengunjung luar kota yang berkunjung ke Kabil, kecuali mereka yang benar-benar punya kepentingan, seperti para pekerja pabrik dan para warga yang memiliki hunian di sekitar sini. Namun, itupun sangat-sangat jarang sekali. Seperti salah satu teman kampus saya yang sejak kecil hingga SMA hidup di Batam, tapi dia tidak pernah ke Kabil sama sekali.
Saya maklumi saja. Bukan karena dia tidak gaul, namun memang di Kabil ini tidak ada apa-apa, kecuali perbukitan dengan beberapa lahannya yang diselimuti pepohonan yang tidak jauh dari pantai.
Dec 3, 2014
[Road Less Traveled] Pengalamanku Menjadi "Orang Pinggiran" Batam
![]() |
| A: Lokasi rusun saya di kawasan Industri Kabil |
"Obeng atau kosong?" si mas balik nanya
Saya terdiam berpikir sesaat. "Saya mau minuman, mas.. bukan alat tukang.." protes saya.
Pertanyaan ter-absurd untuk pertama kalinya sejak saya tiba di Batam beberapa hari yang lalu.
Subscribe to:
Posts (Atom)
